CEOMAGZ | Jakarta – Di tengah kisruh adu kuat pemaksaan dijalankannya hak angket DPR usulan Capres Ganjar Pranowo untuk mengusut Pemilu yang menurutnya dilaksanakan dengan penuh kecurangan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan target rekapitulasi nasional Pemilu 2024 rampung pada Senin, 18 Maret mendatang.
Saat ini proses penghitungan terus berlangsung. “Kalau target, kami malah selesai sebelumnya. Apakah mungkin nanti tanggal 18 Maret,” kata Anggota KPU RI August Mellaz di Kantor KPU RI, Jakarta Pusat, Rabu (13/3/2024).
Mellaz mengatakan KPU RI juga memantau proses rekapitulasi yang berada di tingkat kecamatan hingga provinsi. Dia mengatakan proses rekapitulasi di semua tingkatkan segera tuntas. “Kami juga pantau yang ada di bawah ya, di tingkat provinsi yang sedang berlangsung. Tapi relatif sekarang sudah selesai bagian akhir,” ujarnya.
Sisi lain, KawalPemilu tak menemukan kecurangan terstruktur, sistematis, dan masif (TSM). Dikutip dari detikNews (Kamis, 14 Mar 2024), KawalPemilu menyebut Prabowo-Gibran menang dalam satu putaran, disebutkan tak ditemukan indikasi kecurangan Pilpres 2024 yang TSM.
Golkar pun menegaskan, Prabowo-Gibran menang mutlak secara jujur. “Menang mutlak secara jujur, karena memang tidak ada kecurangan,” ujar Ketua DPP Partai Golkar Dave Laksono, saat dihubungi, Rabu (13/3/2024).
Dave mengatakan kemenangan Prabowo-Gibran merupakan murni keinginan rakyat. Menurutnya, masyarakat menginginkan masa depan yang menjanjikan. “Prabowo-Gibran adalah murni keinginan dan harapan rakyat akan masa depan yang menjanjikan dan penuh akan harapan,” tuturnya.
Diketahui sebelumnya, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka menang satu putaran dengan suara 58,45% hasil hitungan KawalPemilu. KawalPemilu tak menemukan indikasi kecurangan Pilpres 2024 yang terstruktur, sistematis, dan masif.
Melalui akun media sosialnya seperti dilihat, Rabu (13/3/2024), KawalPemilu mengungkapkan pada 30% cakupan TPS, di mana ada foto warga dan Sirekap, KawalPemilu membandingkan hasil hitungan KawalPemilu dengan KPU Sirekap. “Dari penelitian ini, kami tidak menemukan indikasi kecurangan pascapencoblosan pilpres yang terstruktur & sistematis sehingga menguntungkan salah satu paslon,” tulis KawalPemilu.
Penghitungan KawalPemilu semua TPS yang ada formulir C hasil sebesar cakupan 82,27% atau 677.413 TPS dari 823.366. Menurut KawalPemilu, Pilpres 2024 catatan terburuk di mana menyelesaikan penghitungan lebih sedikit dibanding dua pilpres sebelumnya.
Rinciannya:
2014: 99,76% tps
2019: 98,7% tps
2024: 82,27% tps
Distribusi foto warga dan Sirekap di masing-masing TPS adalah sebagai berikut:
1. Foto warga ada di 271.240 TPS= 32,9%
2. Foto Sirekap ada di 653.179 TPS= 79,3%
3. Foto warga dan Sirekap keduanya ada di 247.351 TPS = 30%
Hasil penghitungan suara ‘real count’ KawalPemilu 2024 masih tersisa 17,3% cakupan TPS. Namun, secara data, menurut KawalPemilu, tidak akan mengubah hasil penghitungan sementara. “Oleh karena itu kami mengucapkan selamat kepada paslon 02 yang menang satu putaran >50% pada Pilpres 2024,” imbuhnya.
Berikut rinciannya:
Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar: 25,04%
Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka: 58,45%
Ganjar Pranowo-Mahfud Md: 16,50% (*/02)






