CEOMAGZ | JAKARTA – Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyampaikan tiga gagasannya untuk percepatan pelaksanaan Kebijakan Satu Peta, Kamis (11/7/2024).
Pertama, Pemanfaatan Geoportal Satu Peta untuk menyelesaikan masalah tumpang tindih tata ruang, kawasan hutan, batas wilayah, izin, dan hak atas tanah, khususnya dalam Proyek Strategis Nasional. Sehingga perselisihan terkait peta yang digunakan bisa diminimalisir.
Kedua, melakukan integrasi data, agar tidak terjadi lagi tumpang tindih data dan tercipta perencanaan yang efektif bagi pelaksanaan suatu program.
Ketiga, keterlibatan publik dari lembaga non – pemerintah, seperti akademisi, masyarakat sipil, dan asosiasi bisnis.
“Khususnya dalam konteks penyelesaian konflik pertanahan, bisnis, dan investasi,” kata Moeldoko didampingi Deputi II Kantor Staf Presiden, Abetnego Tarigan. (*/DYW)









