CEOMAGZ.COM, SULUT – Kalau memang benar kabar E2L dan MEP sudah dapat surat B1 KWK dari partai masing-masing untuk mendaftar KPU, beberapa skenario sudah berseliweran di medsos, entah itu head to head, lawan kotak kosong semakin sedikit peluangnya.
Sekalipun, Dalam politik pilkada segala kemungkinan bisa terjadi sebelum jam 12.00 malam hari terakhir masa pendaftaran di KPUD. Untuk saat ini, anggap saja E2L dan MEP kandidat yang sudah pasti dapat kendaraan untuk bertarung pilkada Sulut.
Kandidat lain, SK dan YS,K hanya memiliki 2 skenario yang tersisa untuk merespon pilkada; Pertama SK dan YSK akan berpasangan. Kedua, SK dan YSK tetap maju masing-masing. Artinya, akan muncul 3 pasangan yang bertarung saat pilkada.
Yang menarik ketika SK dan YSK berpasangan kemungkinan besar akan terjadi head to head dengan E2L-MEP. Untuk saat ini E2L masih cagub tertinggi dalam beberapa survei, Butuh banyak sumberdaya bagi SK-YSK untuk menghadapi situasi tersebut.
Head to head seperti itu, akan membuat kekosongan terhadap perwakilan dari kelompok muslim yang cukup besar suara mereka, terutama keterwakilan masyarakat BMR (Bolaang Mongondow Raya). Peluang perwakilan kelompok muslim akan sangat terbuka jika terjadi 3 pasangan. Ini pun akan berpotensi saling mengunci antara SK dan YSK.
SK tentu punya stok kader internal dari kalangan muslim yang cukup kuat, untuk mendampingi yaitu YSM. Atau mengambil dari luar partai, terutama partai koalisi pilpres, seperti Brani (Benny Rhamdani) sebagai Sekjen Partai Hanura dan Kepala BP2MI. Brani juga mantan anggota DPRD Provinsi 3 periode, dan mantan anggota DPD RI, suara dukungannya signifikan di BMR.
Sedangkan YSK mau tidak mau harus mengandeng partai Nasdem untuk menambah jumlah kuota kursi syarat pendaftaran KPU. Nasdem bisa menawarkan TB.
Stok YSK untuk tokoh muslim sebetulnya bisa juga didapatkan dari PKB, yang hadir dalam acara peresmian sekretariat YSK beberapa hari yang lalu, yaitu Yusra Alhabsyi, sekertaris PKB Sulut dan anggota DPRD Provinsi yang terpilih kembali di periode 2024 ini.
Tapi politik bukan hanya hitungan di atas kertas. Mungkin saja ada langkah-langkah lain dari SK maupun YSK dalam menghadapi E2L. Kita tunggu saja episode selanjutnya. (CEO/Vhe)






