CEOMAGZ | LEBAK
Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Lebak meminta masyarakat di daerah untuk melestarikan sikap toleransi guna memperkuat persatuan.
“Kita berharap nilai-nilai toleransi dan kerukunan terjaga dengan baik di masyarakat,” kata Ketua Pengurus Cabang NU (PCNU) Kabupaten Lebak KH Asep Saefullah usai pengajian ulama dan umara serta pembinaan mualaf di Lebak, Selasa ( 8/10/2024).
Selama ini, ia menilai sikap toleransi masyarakat Kabupaten Lebak relatif baik dan hidup berdampingan di tengah perbedaan agama, suku, budaya, dan bahasa. Selain itu saling tolong menolong dan bergotong royong untuk membantu antar sesama manusia.
Umat Muslim Kabupaten Lebak, kata dia, wajib menghargai dan menghormati perbedaan dengan prinsipnya lakum dinukum waliyadin (bagimu agamamu dan bagiku agamaku) sesuai ayat 6 Surat Al-Kafirun dalam Al Quran.
“Kita sesama umat manusia harus menjalin persatuan, sehingga tidak terjadi perpecahan maupun konflik di masyarakat,” katanya.
Menurut dia, KH Achmad Siddiq, Rais ‘Aam PBNU mencetuskan trilogi ukhuwah (tiga model persaudaraan) pada muktamar PBNU ke 27 tahun 1984 yakni Ukhuwah Islamiyyah (saudara sesama muslim), Ukhuwah Wathaniyah (saudara Islam dengan agama lain se-Tanah Air), dan Ukhuwah Basariyah (saudara sesama manusia).
Ia mengatakan trilogi ukhuwah itu tentu saling asih, saling asuh, dan saling asah, juga terjalin hubungan dengan akur serta baik antarsesama manusia.
“Hingga kini toleransi dan kerukunan hidup di masyarakat berjalan baik dan saling menghormati, menghargai sesama anak bangsa untuk mewujudkan kesejahteraan,” katanya.
Sementara itu Pendeta Gereja Bethel Indonesia (GBI) Kabupaten Lebak Gideon Krisna Wijaya mengajak umatnya agar menebar kasih sayang dan saling mengasihi, sehingga terjadi kedamaian dan kebahagiaan.
Selama ini, kata dia, nilai-nilai toleransi kehidupan beragama di Kabupaten Lebak khususnya dan umumnya Indonesia cukup baik.
Menurutnya, di daerah Lebak aman dan damai, juga belum pernah terjadi perpecahan umat, termasuk konflik sosial di masyarakat.
“Di tengah keanekaragaman hidup di masyarakat, namun penuh kerukunan, kedamaian dan kebahagiaan,” katanya. (EM)









