CEOMAGZ | TANGERANG
Berpulangnya mantan Bupati Tangerang Ismet Iskandar menyisahkan duka yang mendalam bagi masyarakat Kabupaten Tangerang.
Tak terkecuali juga bagi para Aparatur sipil negara (ASN), salah satu ASN inisial DCB yang sangat dekat dengan almarhum dan mendampingi Ismet Iskandar selama 6 tahun saat menjabat menjadi Bupati, memberikan apresiasi terhadap para aktivis yang menginginkan nama Ismet Iskandar menjadi sebuah nama jalan.
Namun menurutnya, jika mengenang jasa-jasa beliau (Almarhum Ismet Iskandar), ada yang lebih besar lagi untuk disematkan namanya selain untuk nama jalan.
“Nama stadion kelapa dua atau nama alun-alun juga cocok untuk level beliau,” ujarnya.
Dcb menyebut akan menjadi suatu kebanggaan bagi seluruh masyarakat dan ASN kabupaten Tangerang, jika nama beliau ada di landmark stadion tim kebanggaan Persita Tangerang maupun di alun-alun Tigaraksa.
“Pusat berbagai kegiatan masyarakat maupun ASN, seringkali dilakukan di alun-alun,” ujarnya.
Dan sudah pasti, sambungnya, para suporter fanatik Persita Tangerang pun akan begitu melekat dengan nama Ismet Iskandar jika dijadikan nama stadion.
Menurutnya, ini hanya sebuah usulan sebagai ASN yang kebetulan pernah mendapatkan kepercayaan untuk mendampingi beliau.
Ada beberapa alasan, sambungnya, kenapa penamaan ini pantas untuk beliau. Pertama, Penghormatan atas jasa H. Ismet Iskandar. Kedua, Pemberian atas keteladanan dan menginspirasi, serta ketiga sebagai Simbol prestasi dan dedikasi.
Ditempat terpisah pengamat publik dari UMT H Memet Chumaidi mengatakan H. Ismet Iskandar bukanlah nama asing diingatan masyarakat kabupaten tangerang. Semasa hidupnya menderma untuk masyarakat kabupaten Tangerang. Sebagai camat, kepala dinas, sekda hingga bupati 2 priode dilaluinya dengan khidmat. Sehingga kabupaten tangerang memiliki nama besar atas racikan tangan dinginnya sebagai birokrat ulung.
Sahabat, kolega, rekannya banyak menyaksikan hidupnya bahwa beliau orang baik. Begitupun beliau banyak melahirkan, membentuk dan mengembangkan anak-anak ideologis yang terpukau atas kharisma kepemimpinannya. Ketika ada hal baik yang dilontarkan untuk mengenang nama H. ISMET ISKANDAR masyarakat mengapresiasi langkah tersebut. Seperti penamaan jalan, gedung, alun-alun atau tempat-tempat publik.
Penamaan H.ismet iskandar sebagai nama jalan atau gedung merupakan bentuk penghargaan terhadap jasa dan kontribusi individu tersebut dalam pemerintahan atau pelayanan publik.
“Biasanya, penamaan ini diberikan kepada tokoh yang memiliki rekam jejak signifikan dalam reformasi birokrasi, peningkatan kualitas pelayanan publik, atau dedikasi yang tinggi dalam mengabdi pada negara,” ujarnya.
Dijelaskan Memet, proses penamaan biasanya memerlukan persetujuan pemerintah daerah atau instansi terkait, dan terkadang melibatkan masyarakat atau komunitas tertentu dalam mengambil keputusan tersebut.
Hal ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 2 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Nama Rupabumi, disebutkan bahwa penamaan jalan atau unsur rupabumi menggunakan nama tokoh yang telah meninggal dunia dapat dilakukan setelah 5 tahun sejak kematian tokoh tersebut. Ini bertujuan untuk memberikan jarak waktu yang cukup untuk menilai kontribusi dan pengaruh tokoh tersebut secara objektif dalam sejarah dan kehidupan masyarakat.
“Melihat bagaimana kehidupan H ismet iskandar saya yakin publik akan menerima jika penamaan jalan. Dan saya juga sepakat jika nama beliau lebih mengema jika untuk suatu bangunan gedung atau tempat-tempat publik lainnya disematkan nama beliau,” tandasnya.







