CEOMAGZ I JAKARTA – Hasil Survei Elektabilitas Calon Gubernur, dan Calon Wakil Gubernur Jakarta menunjukan perbedaan yang sangat jomplang satu sama lain memantik rasa penasaran publik.
Dimana hal tersebut membuat Perkumpulan Survei Opini Publik (Persepi) merespon dengan cara, membawa temuan itu Dewan Etik Persepi.
Permasalahannya, Dua Lembaga survei yang mempunyai hasil berbeda, yakni Lembaga Survei Indonesia (LSI) dan Poltarcking Indonesia dilakukan dalam rentang waktu 10 hingga 16 Oktober 2024 tetapi memiliki perbedaan metode survei.
“Kita baru akan ada diskusi dengan Dewan Etik Persepi,” kata Philips J Vermonte, selaku Ketua Persepi kepada awak media, Jumat (25/10).
Lebih Lanjut, Dewan Etik Persepi terdiri dari Prof Asep Saefuddin yang merupakan Guru Besar Statistika FMIPA, IPB, lalu Prof Hamdi Muluk sebagai Profesor Psikologi Politik, Fakultas Psikologi, UI, dan Prof Saiful Mujani sebagai pendiri SMRC.
SURVEI LSI TEMPATKAN PRAMONO ANUNG-RANO KARNO TERATAS DENGAN 41,6%
Sampel survei ini sebanyak 1.200 orang diambil dengan menggunakan metode multistage dengan toleransi kesalahan atau margin of error +- 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%. Survei ini menggunakan asumsi simple random sampling.
Responden diberi pertanyaan ‘Kalau pemilihan langsung Gubernur Daerah Khusus Jakarta diadakan hari ini, siapa yang akan Ibu/Bapak pilih di antara pasangan nama berikut?’.
1. Ridwan Kamil-Suswono: 37,4%
2. Dharma Pongrekun-Kun Wardhana: 6,6%
3. Pramono Anung-Rano Karno: 41,6%
-tidak tahu/tidak jawab: 14,4%
“Jadi pada Oktober ini, Pram-Rano sudah unggul, meskipun keunggulannya belum signifikan karena selisihnya cuma sekitar 4%, sementara margin of error survei ini 2,9. Jadi sebetulnya, secara statistik kita nggak tahu siapa yang unggul, dari secara statistik RK (Ridwan Kamil) sama Pramono Anung sama-sama kuat, cuma angka absolutnya itu cenderung menunjukkan keungggulan dari Pramono Anung,” ujar Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan, saat memaparkan survei, Rabu (23/10).
SURVEI POLTRACKING UNGGULKAN RIDWAN KAMIL-SUSWONO PADA ELEKTABILITAS 51,6%
Populasi survei merupakan warga Jakarta berusia 17 tahun ke atas/sudah menikah dengan jumlah responden 2.000 responden.
Metode survei multistage random sampling dengan margin of error +/- 2,2% pada tingkat kepercayaan 95%. Sistem pengambilan survei melakukan wawancara tatap muka.
Poltracking kemudian menanyakan kepada responden soal paslon yang dipilih jika saat ini berada di bilik suara. Hasilnya sebagai berikut:
1. Ridwan Kamil-Suswono: 51,6%
2. Dharma Kun-Kun Wardhana: 3,9%
3. Pramono Anung-Rano Karno: 36,4%
-tidak tahu/tidak jawab: 8,1%
Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda AR, memandang peluang Pilkada Jakarta berjalan satu putaran terbuka lebar. Meski begitu, dinamika politik menjelang pemungutan suara masih bisa terjadi.
“Memang dari sisi elektabilitas, ada potensi pilkada di Jakarta berlangsung 1 putaran meskipun angkanya masih di 51,6%. Jadi kalau menggunakan data per hari ini, yang berpotensi memenangkan Pilkada Jakarta paslon nomor urut 1 RK-Suswono dengan angkat 51,6%, tapi karena sangat mepet dengan angka margin of error persyaratan di Jakarta 50%+1, maka putaran 1 lebih besar peluangnya, tapi potensi 2 putaran masih tetap terbuka,” kata Hanta dalam pemaparannya, Kamis (24/10).







