CEOMAGZ | LEBAK
Suhandi 75 tahun sebagai Ketua Lembaga Veteran Republik Indonesia (LVRI) Cabang Kabupaten Lebak tampak sibuk pagi itu untuk mengelola kegiatan.
Usia lanjut tidak menjadi halangan untuk bekerja dan berjuang tanpa kenal lelah guna roda organisasi veteran berjalan dengan baik.
Di kantor ruangan kecil tanpa sekat itu, Suhandi dan anggotanya mulai diskusi hingga rapat kegiatan dilakukan ditempat itu tanpa alat pendingin.
Sebagian besar anggota veteran itu dari Purnawirawan TNI juga pejuang kemerdekaan yang usianya di atas 70 tahun.
Suhandi mantan TNI dari Kesatuan Batalyon Arteliri Pertahanan Udara (Arhanud) Malang, Jawa Timur tahun 1971 dengan pangkat Prajurit Dua (Prada).
Selanjutnya, pada 1978 kembali naik pangkat hingga Sersan Dua (Serda) dan dimutasi ke Batalyon Infanteri 572 Probolinggo.
Selama menjadi anggota TNI Suhandi beberapa kali dimutasi dan terakhir menjabat di Komandan Distrik Militer (Kodim) 0603 Lebak hingga pensiun berpangkat kapten tahun 2005.
Lelaki kelahiran Rangkasbitung Kabupaten Lebak tahun 1949 yang sudah dua kali ditugaskan di Timor Timur tahun 1974-1981.
Selama melaksanakan tugas di Timor Timur, Suhandi sebagai prajurit pemberani menghadapi pasukan Fretilin, dimana tahun 1975 kondisinya berkecamuk dan cukup genting.
Ia berjuang di medan Timor Timur dari satu daerah ke daerah lain dengan tofografi perbukitan dan pegunungan juga mengancam serangan musuh.
Namun,berkat keberanian itu Suhandi dan teman – teman satu peleton atau 40 prajurit selamat tanpa ada yang gugur maupun luka -luka.
Suhandi kini masuk seorang veteran perang, karena terdaftar di Kementerian Pertahanan dan pernah melaksanakan tugas negara di Timor Timur.
Persyaratan menjadi anggota veteran itu cukup ketat dan minimal pernah berjuang untuk NKRI.
“Kami berjuang untuk kepentingan negara, karena kewajiban sebagai bangsa Indonesia untuk mempertahankan negara sendiri,” kata Suhandi kepada Media Tangerang Raya
Cita-cita TNI
Suhandi, sewaktu kecil sering bermain perang- perangan bersama teman sepermainan di kampung di Pasir Malang Desa Kadu Agung Kabupaten Lebak.
Permainan perang itu dengan peralatan dari pelapah pisang hingga mengantarkan cita-citanya untuk menjadi prajurit Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) saat itu.
Ia hanya pendidikan SMP dan sempat mengenyam pendidikan di Sekolah Pendidikan Guru (SPG ) Rangkasbitung, namun Kelas 3 berhenti untuk melamar menjadi seorang TNI.
Ia diterima anggota TNI bersama delapan orang lainnya dari peserta perwakilan Kabupaten Lebak.
Sebab, menjadi seorang prajurit TNI merupakan panggilan untuk berjuang dan mempertahankan keutuhan NKRI.
Karena itu, dirinya dari keluarga ekonomi bawah terpaksa sejak kecil berjuang agar bisa melanjutkan pendidikan dari SD sampai SPG dengan menjadi buruh pengangkut air bersih juga membantu orang tua berjualan gegetuk yang terbuat singkong.
Selain itu juga ia menjadi pemanjat pohon kelapa dan pengupasnya agar bisa membeli sepatu dan alat tulis serta biaya pendidikan.
Perjuangan dari kecil itu hingga kini tanpa kenal lelah terus bekerja sepanjang nyawa masih hidup untuk kepentingan orang lain.
Pada peringatan Hari Pahlawan yang dilaksanakan tanggal 10 November berpesan kepada generasi muda agar menjadi generasi penerus yang berkualitas.
Saat ini, bangsa yang sudah merdeka sehingga anak-anak muda sebagai generasi penerus dapat melanjutkan perjuangan para pahlawan agar Indonesia yang dicintai itu menjadi negara yang maju, sejahtera dan makmur.
Namun, ia juga cukup prihatin masih ada generasi bangsa yang terlibat perjudian, narkoba, tawuran,seks bebas dan melakukan kejahatan.
Suhandi selalu mengajak anak- anak muda agar menjadi orang bermanfaat bagi bangsa dan negara.
Jangan sampai anak- anak muda itu menjadi generasi sampah dan tidak berkualitas, sehingga menjadi beban negara.
Ia mendukung presiden Prabowo Subianto agar anak -anak MUDA tidak terlibat judi online dan narkoba
Sebab, judi online, dan narkoba itu perbuatan sangat buruk, sehingga perlu adanya pencegahan baik dilakukan aparatur hukum , keluarga dan masyarakat.
Suhandi yang memiliki tiga anak dan ekonominya cukup berhasil, karena anak pertama kini berdinas pada Angkutan Perhubungan AD di Jakarta berpangkat Letkol.
Kedua bekerja di perusahaan di Kaltim dan ketiga di instansi OPD Pemerintahan Kabupaten Lebak.
“Kami mendidik anak cukup tegas agar mereka bisa berjuang untuk kemaslahatan bangsa dan negara,” kata Suhandi.(EM)









