CEOMAGZ | LEBAK
Pengurus Daerah Pelajar Islam Indonesia (PII) Kabupaten Lebak mengadakan pelatihan kepemimpinan bagi pelajar di Desa Adat Citorek, Kecamatan Cibeber.
Kegiatan yang berlangsung di SMAN 2 Cibeber ini diikuti oleh 20 peserta yang berasal dari berbagai sekolah di wilayah sekitar. Pelatihan ini bertujuan untuk membekali generasi muda dengan keterampilan kepemimpinan yang aplikatif, serta mengajak mereka untuk menjadi pelajar yang mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.
Ketua PII Lebak, Ari Purwanto, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya PII untuk mencetak pemimpin muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter dan kepedulian sosial yang tinggi.
“Pelatihan ini bertujuan untuk mengembangkan potensi kepemimpinan pelajar yang dapat diterapkan di sekolah maupun di masyarakat. Kami berharap para peserta bisa menjadi pemimpin yang bertanggung jawab dan berintegritas,” ujar Ari Purwanto, Senin (06/01/2025).
Acara ini juga mendapat dukungan penuh dari pihak SMAN 2 Cibeber. Wakil Kepala Sekolah SMAN 2 Cibeber, Ending Rosyadi, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan ini.
“Kami sangat mendukung penuh kegiatan yang bertujuan untuk mengembangkan karakter kepemimpinan pelajar. Pelatihan ini sangat penting untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab dan semangat kepemimpinan yang positif,” kata Ending.
Selain itu, Barisan Pemuda Adat Citorek diwakili oleh Bais Muhanjir mengatakan, jika para peserta harus memahami tentang pentingnya menjaga nilai-nilai adat dan budaya dalam menjalankan kepemimpinan.
“Pemuda harus mampu memimpin dengan bijaksana, dengan menggabungkan pengetahuan modern dan kearifan lokal, agar kepemimpinan yang dijalankan dapat memberikan manfaat yang luas,” ujar Bais.
Salah seorang peserta, Aldi, mengungkapkan rasa terima kasih atas kesempatan untuk mengikuti pelatihan ini. “Saya merasa sangat terbantu dengan materi-materi yang diberikan. Selain belajar tentang kepemimpinan, saya juga mendapatkan banyak wawasan tentang bagaimana menjadi pemimpin yang baik di lingkungan sekolah dan masyarakat,” ujarnya.
Pelatihan kepemimpinan ini mencakup berbagai materi, termasuk pengembangan diri, keterampilan organisasi, serta peran penting pelajar dalam menjaga dan melestarikan budaya lokal. Selain itu, peserta juga dilibatkan dalam diskusi kelompok dan simulasi kepemimpinan untuk melatih kemampuan mereka dalam pengambilan keputusan dan pemecahan masalah. (Eem/TR)









